Mahasiswa sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) terbesar yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi sehingga perlu adanya pembinaan dan pengelolaan yang baik untuk menghasilkan SDM berkualitas. Dalam hal ini, Telkom University yang memiliki 7 (tujuh) fakultas yaitu Fakultas Teknik Elektro (FTE), Fakultas Informatika (FIF), Fakultas Rekayasa Industri (FRI), Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Fakultas Komunikasi Bisnis (FKB), Fakultas Ilmu Terapan (FIT), dan Fakultas Industri Kreatif (FIK) mampu menyerap mahasiswa baru setiap tahunnya sebanyak kurang lebih 6.000 mahasiswa.

Dengan adanya hal tersebut maka Universitas Telkom mempersiapkan strategi untuk dapat melaksanakan pengelolaan mahasiswa, peningkatan kualitas mahasiswa, peningkatan soft skill mahasiswa, dan pembangunan karakter mahasiswa secara baik. Hal ini dapat terwujud karena Universitas Telkom memiliki beberapa faktor penunjang seperti bangunan dan fasilitas yang memadai serta karyawan dan staf yang mumpuni di bidangnya.

Universitas Telkom melalui Direktorat Pengelolaan Mahasiswa merancang sebuah program pembinaan mahasiswa yang terdiri dari 4 (empat) pilar utama yaitu :

  1. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) — “Know about University”–
  2. Asrama Telkom University (Framework “ASAS”) –“Build the Character”–
  3. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) –“Practice about Organization”–
  4. Kompetisi dan Kegiatan yang bermanfaat (Valuable Activity) –“Show the Quality”–

Pilar utama tersebut merupakan bentuk pembinaan mahasiswa dari mahasiswa baru hingga menjadi alumni Universitas Telkom. Sebagai contoh, ada mahasiswa baru bernama Fulan. Dia pertama kali masuk Universitas Telkom harus mengikuti PKKMB sebagai kegiatan awal yang bertujuan untuk memberikan orientasi tentang kampus kepada mahasiswa baru sehingga harapannya mahasiswa baru mengetahui bagaimana pola pendidikan dan aktifitas di Universitas Telkom. Setelah itu, Fulan tinggal di Asrama Universitas Telkom selama 1 (satu) tahun akademik dan mengikuti berbagai bentuk kegiatan pembinaan dan pengembangan soft skill di Asrama yang disebut Framework “ASAS” (Adaptif, Spiritual, Akademis dan Sosial). Selama di Asrama, Fulan mendapatkan dasar bagaimana dia belajar mandiri, bersosialisasi, kepemimpinan, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengeksplorasi diri, membuka wawasan tentang dunia luar, dll. Kemudian si Fulan naik ke semester 3, dia memiliki kesempatan untuk ikut UKM dan belajar tentang kepemimpinan lanjutan, mengelola organisasi, mengelola event, manajemen risiko, manajemen masalah, dll. Dapat dikatakan secara kepribadian dan pengalaman Fulan akan terasah setelah mengikuti 3 pilar utama dan pada pilar ke-4 inilah Fulan diminta untuk mengaplikasikan seluruh pengalamannya baik untuk mengikuti kompetisi maupun terjun ke masyarakat sebagai bentuk pengabdian dari tri dharma perguruan tinggi.

Dari contoh Fulan tersebut dapat kita simpulkan bahwa selama menempuh pendidikan di Universitas Telkom tidak hanya secara akademis saja yang perlu didapat tetapi kemampuan secara non akademis pun sangat difasilitasi oleh Universitas Telkom. Seluruh peluang sudah disediakan tinggal bagaimana dari masing-masing individu memutuskan apakah akan memanfaatkan peluang tersebut atau tidak.