[On Report] Memupuk Keimanan dalam Religion Tutor

[On Report] Memupuk Keimanan dalam Religion Tutor

[Reporter] Ade Suryana || S1 International ICT Business

Asrama Telkom University bukan hanya sebagai tempat tinggal, tapi lebih dari yang dibayangkan. Banyak kegiatan yang dapat diikuti dari kegiatan olahraga, akademik hingga religi/keagamaan. Di era globalisasi dan zaman yang serba dinamis seperti saat ini, perkembangan teknologi memudahkan kita dalam belajar. Namun, dengan rutinitas sehari-hari yang erat kaitannya dengan gadget, tugas dan olahraga terasa tidak lengkap apabila kita tidak mengikuti kegiatan bimbingan religi/keagamaan.

Perkenalkan nama saya Ade Suryana dan selama tinggal di Asrama Telkom University, saya menempati Gedung Laag atau biasa kami sebut Gedung Aura. Religion Tutor adalah salah satu kegiatan yang diadakan sebagai wadah bagi penghuni asrama untuk mempelajari serta berbagi ilmu tentang keagamaan. Religion Tutor mencakup seluruh agama yang diakui di Indonesia, namun pelaksanaannya secara mandiri oleh masing-masing agama dikelola oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang Kerohanian yang ada di Telkom University. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kegiatan Religion Tutor untuk agama Islam. Bagi teman-teman dari agama lain ditunggu kisah pengalamannya yaaa…

Religion Tutor diadakan selama seminggu, mulai tanggal 19 sampai 25 Maret 2018 di masing-masing gedung asrama. Bagi saya, sangat baik apabila diadakan kegiatan pembinaan religi/keagamaan seperti ini sebab kita dapat meningkatkan keimanan serta menambah pemahaman kita terhadap ilmu agama kita masing-masing.

Lalu apa uniknya kegiatan ini?

Nah.. uniknya adalah di kegiatan Religion Tutor, pematerinya berasal dari teman sebaya kita sendiri dan juga kakak-kakak dari Senior Resident serta kegiatan dikemas menarik dengan sistem open discussion, tadarus dan diselingi kegiatan stand up. Dalam kegiatan ini, gedung saya melaksanakan hanya selama 3 hari. Saat hari pertama, kegiatan ini hanya kami laksanakan di Lobby Lt. 2 dengan melaksanakan kegiatan membaca surat Yasin dan dilanjutkan dengan open discussion mengenai “kewajiban menuntut ilmu”.

Hari kedua, kami tetap melaksanakan kegiatan layaknya hari pertama. Namun, ada sedikit perbedaan yaitu pada kegiatan ini para penghuni asrama lebih banyak dilibatkan dan pesertanya lebih banyak dari kemarin. Setelah sholat berjamaah, kami melaksanakan open discussion dengan tema “silaturahmi”. Di hari kedua, peserta diajak untuk lebih aktif dalam diskusi karena di hari ketiga setiap peserta akan diminta untuk sharing.
Yaa…
bisa dibilang kalo hari kedua ini seperti pemanasannya. Suasana diskusi pun tidak membosankan karena terkadang disela-sela diskusi disisipkan gurauan, dengan cara ini peserta merasa lebih enjoy saat kegiatan berlangsung.

Last day, di hari terakhir ini, peserta yang bergabung pun semakin banyak tercatat lebih dari 20 orang. Kegiatan diawali dengan sholat magrib lalu dilanjutkan dengan rangkaian acara lainnya seperti bersholawat, membaca surah Al-Kafh, sholat Isya dan stand up.
Stand up? Yaa… layaknya stand up comedy, tiga peserta akan menyampaikan wawasannya dengan memakai teknik stand up comedy sehingga menciptakan suasana ceria karena materi yang dibawakan dengan cara ini lebih mudah dipahami dan membuat peserta tidak merasakan boring. Terlebih pada saat temanku Yusril menyampaikan materi tentang “kepekaan sosial” temanku yang satu ini memang pandai mengambil suasana. Dia mampu menyampaikan pesan agar teman-teman peduli sesama dengan candaan yang menghangatkan. Suasana peserta pun tertawa namun tetap dapat memahami materi yang disampaikan.

Religion Tutor yang saya ikuti sangat membawa dampak positif. Kita dapat memupuk keimanan kita melalui kegiatan ini. Dengan saling bersilaturahmi dan berbagi ilmu, kami bisa mempelajari agama dengan lebih seru terlebih dengan cara komunikatif yang membuat setiap pesertanya aktif dalam kegiatan ini. Bahkan setelah kegiatan ini banyak teman-teman yang melaksanakan sholat berjamaah dan juga mau berbagi pengetahuannya tanpa malu-malu. Saya harap dari kegiatan ini banyak teman-teman yang makin terinspirasi untuk lebih giat belajar, baik itu belajar materi kuliah, belajar tentang agama maupun belajar untuk bersosialisasi.

(Suryana, Ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *